Blackberry dan BBM untuk Semua | Mobile88

Blackberry dan BBM untuk Semua

Thursday, September 19, 2013 11:56:06 AM

BBM Android iOS

Fitur chatting dalam setiap teknologi selalu memberi daya tarik tersendiri. Lihat saja sejak zaman ICQ dan IRC yang begitu heboh saat internet mulai diperkenalkan. Tentunya chatting tidak bisa sendiri, namun membutuhkan orang lain untuk menjadi lawan bicara atau sekedar menjadi pendengar. Efek viral inilah yang menunjang pengenalan internet ke semua orang di seluruh dunia. Seiring teknologi, pemain-pemain besar ikut pula mengembangkan aplikasi chatting, sebut saja MSN Messenger (sekarang Windows Live Messenger), Yahoo Messenger, Skype, dll yang memiliki fitur-fitur tambahan selain hanya chatting, mulai dari sharing file sampai voice talk dan video call.

Tak ketinggalan di dunia ponsel, fitur chatting ini juga berkembang. Semua berawal dari ide pengguna ponsel untuk berkomunikasi tanpa biaya yang mahal (bahkan gratis). Di Indonesia sendiri ada masanya dimana orang-orang menggunakan telepon dibawah 2 detik secara gratis, yang akhirnya terlihat seperti orang kebakaran jenggot karena kecepatan bicara yang luar biasa. Bisa dibayangkan kalimat seperti "Aku tunggu kami di jembatan seberang Blok M jam 3 sore" diucapkan hanya dalam waktu 2 detik! Semuanya demi berkomunikasi gratis.

Saat trend SMS gratis muncul pada operator di Indonesia, orang-orang melanjutkan komunikasi dengan cara SMS. Terkadang bahkan untuk memuat suatu cerita yang panjang lebar, orang kerap kali menyingkat kata-kata agar pas kuota 160 karakter per SMS. Semacam telegram versi modern, kata-kata yang disingkat bahkan terlalu kreatif seperti 'Gw ke sn bntr lg bw bk bhs ing bkin pr brg ya' sehingga tidak ada lagi tanda baca dan akronim yang dipakai semakin terdengar aneh. Kembali lagi, semuanya demi komunikasi gratis.

Singkat cerita, akhirnya muncul aplikasi untuk berkomunikasi dengan pengguna ponsel lain. Dimulai dari gebrakan Blackberry yang datang membawa Blackberry Messenger yang disambut positif oleh masyarakat Indonesia. Pada masa itu, hampir setiap orang dalam dunia bisnis "diwajibkan" memakai BB demi kemudahan komunikasi dengan klien atau customer. Tak ketinggalan para pelajar juga kena demam BB karena BBM-nya. Istilah umumnya, seseorang tidak akan eksis jika tidak pakai BB (bahkan Presiden Amerika Barack Obama hanya ingin menggunakan BB).

Sayangnya hal ini tidak dimanfaatkan pihak RIM dengan baik. Trend komunikasi cepat dan murah ala BBM dengan sigap dilirik oleh para developer aplikasi untuk Android dan iOS (disusul oleh Windows Phone). Muncullah produk seperti Viber, Line, Whatsapp, Kakaotalk, WeChat, dan ChatOn yang memberikan kemudahan yang sama dengan fitur tambahan. Tak ketinggalan promosi produk-produk ini juga menggunakan artis atau tokoh terkenal untuk menjaring pengguna sebanyak-banyaknya. Bagi pengguna Android/iOS/WP, hal ini merupakan berkah karena mereka tidak perlu mengganti ponsel Android/iOS menjadi Blackberry untuk menikmati kemudahan berkomunikasi dengan rekan kerja, keluarga, dan teman. Dengan bertambahnya varian smartphone baik high maupun low-end pada ketiga OS ini, maka semakin banyak pula orang yang dapat memiliki ponsel pintar, yang secara tidak langsung berpengaruh pada prestise perangkat BB itu sendiri (yang notabene monoton) di mata umum.

Blackberry bereaksi dengan mengeluarkan flagship andalannya dengan OS terbaru, yakni Blackberry Z10. Namun sayangnya langkah ini dibilang terlambat karena OS lainnya, terutama Android, telah memiliki pasar yang sangat luas. Pada titik ini BBM masih eksklusif hadir di perangkat BB saja.

Nampaknya situasi yang tidak membaik akhirnya membuat pihak RIM memutuskan untuk meluncurkan BBM pada platform yang berbeda dengan menghadirkan BBM for Android dan BBM for iOS. Tentunya langkah ini diambil agar pengguna setia BB tetap menggunakan perangkat BB tanpa harus "terpaksa" beralih ke perangkat lain karena trend yang ada di masyarakat. Dari sudut pandang ini, tampaknya masuk akal karena tidak sedikit orang yang masih menggunakan Blackberry sebagai ponsel keduanya. Jadi para pengguna Android dan iOS juga dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki BB, begitu pula sebaliknya.

Dari sisi lain, apakah pengguna Android dan iOS mau menggunakan BBM? Mereka sudah dimanjakan dengan banyak aplikasi pilihan untuk berkomunikasi, baik chatting, voice call, maupun video call. Untuk Indonesia sendiri, kemungkinan pengguna Android dan iOS akan menginstall BBM pada ponsel mereka. Hal ini bisa berarti mereka akan menggunakan BBM dalam berkomunikasi atau bisa juga hanya menjadi syarat saja untuk tidak kehilangan koneksi dengan orang lain yang belum "pindah ke lain hati".

Jika dulu istilah BBM-an mengandung prestise tersendiri, sekarang tidak lagi. Blackberry terlihat perlahan-lahan tenggelam diterjang oleh pesaing-pesaingnya. Semoga saja ini adalah salah satu strategi untuk menyelamatkan Blackberry, ibarat pepatah yang mengatakan 'Mundurlah sedikit untuk melompat lebih jauh". Bagaimana BBM rasa Android atau BBM rasa iOS? Kita tunggu pada 19 dan 20 September 2013.

BTR

Related Stories:
8 Smartphone Android 1 Jutaan Terbaik Dengan RAM 2GB
Lenovo A6000 vs Xiaomi Redmi 2
Dumpster, Mengembalikan File Yang Terhapus di Android

 
© 2000 - 2015. All Rights Reserved.
Customer Careline: (021)58901520 (ext: 103), 9.00 am - 5.00 pm (Monday - Friday)
support@mobile88.co.id