Kreativitas Kata Kunci ke Depan | Mobile88

Kreativitas Kata Kunci ke Depan

Wednesday, March 30, 2011 12:00:00 AM

Layar BlackBerry

Belakangan ini dimunculkan isu kejenuhan market seluler, sisi penjualan atau pada layanan, tidak jelas jenuh yang mana. 

Bila dari sisi jumlah pelanggann seluler, jelas angkanya cukup besar, sekitar 200 jutaan subscriber, all operator, baik CDMA dan GSM. Bukankah dengan jumlah sebanyak itu yg mendekati jumlah penduduk Indonesia menjadikan potensial market untuk menjual produk dan layanan seluler ? Nah apa yang dijenuhkan ? 

Bagi operator di layanan voice dan sms masih basic services dan terbesar dari sisi penerimaan revenue. Dan yang potensial market dan revenue saat ini tentu ada pada layanan data. Nah ini merupakan tantangan bagaimana bisa meraup market, mengingat internet devices mulai marak. Ironis bila operator jenuh ? Saya pikir mending pelaksana manajemen yang jenuh secara gentle mengajukan pensiun dini, kasih kesempatan kepada orang muda yang kreatif menyambut pasar global yang penuh dengan tantangan. 

Telkomsel misalnya tengah menyiapkan all BTS network internet, entah itu GPRS atau 3G, bahkan 25 kota khabarnya telah ready dengan broadband, 90 persen kota rampung 3G. Telkomsel juga menjajaki LTE. Bukankah pada layanan data ini merupakan tantangan tersendiri mengejar serta mengembangkan market agar melek internet. 

Operator lain, seperti XL dan Indosat juga demikian. Bahkan Smartfren yang telah bergabung 80 persen menyiapkan layanan mobile broadband. 

Aneh memang, bila operator digiring dengan kejenuhan market ? Seharusnya bukan kejenuhan dengan pesimis yang disorot, tetapi potensial market yang begitu besar yang diimpikan dan dikejar. 

Sikap skeptis melayu yang tidak siap dengan pertarungan global memang senang dengan kata jenuh dan putus asa, tetapi tidak dengan produk global yang terus berinovasi menyediakan beragam produk meskipun ditengah persaingan yang sangat sulit. 

Nokia saja yang sedikit demi sedikit termakan BlackBerry tetap optimis dengan produk terbarunya yang belakangan ini memunculkan handset-handset mobile internet atau mobile computing. Kesulitan yang dihadapi Nokia dengan persaingan BB tak meyurutkan langkah tetap maju, meskipun melakukan beragam kebijakan manajemen. 

BlackBerry sendiri pun pernah kesulitan memasarkan produknya di Indonesia, saat 2002 - 2007. Namun RIM terus melakukan beragam manuver supaya eksis. Dan inilah yang patut ditiru. 

Era mobile internet saat ini sepertinya menjadikan sejarah terulang, persis ketika seluler hadir dan mulai tumbuh sekitar 1996. Ini menjadikan tantangan, seperti apa peta pelanggan dan services kedepan ? Dan bukankah ini menjadi sangat menarik. 

Dari sisi konsumen, menikmati layanan convergence, plus Video - bila LTE - telah berjalan dengan baik. Suatu impian dimana Video services di handset masif digunakan. Tak aneh Youtube dan aplikasi video lainnya bakal mulai marak di handset, bahkan Onyx 2 telah support aplikasi youtube, meskipun jaringan masih banyak masalah. 

Jutaan aplikasi bakal terus bermunculan, di tantangan era mobile broadband, ini yang menjadikan peluang yang nyata ke depan. 

Tak hanya di handset, netbook, Ipad dan usb modem pasar yang sangat real. Vendor usb modem mulai marak, dan netbook bersaing ketat dengan Ipad. 

Kembali lagi, bukankah hal ini menjadikan tantangan yang sangat seru bagi mereka yang kreatif di operator dan vendor ?

Odie

Related Stories:
9 Penemuan Paling Menakjubkan Sepanjang Tahun 2013
Apakah 9 Gadget Terkeren Ini Cocok Untuk Hadiah Natal Dan Tahun Baru?
Dari USB Modem Hingga ke Komputer Tablet

 
© 2000 - 2015. All Rights Reserved.
Customer Careline: (021)58901520 (ext: 103), 9.00 am - 5.00 pm (Monday - Friday)
support@mobile88.co.id