Menyingkap Monopoli Dijaringan Distribusi Pulsa Operator | Mobile88

Menyingkap Monopoli Dijaringan Distribusi Pulsa Operator

Wednesday, August 10, 2011 12:00:00 AM

Sungguh asik berbisnis di negeri ini. Asal ada duit, jago menjolok birokrat atau manajemen sutu operator maka hak eksklusif yang identik dengan monopoli bisa diraih. Untung pun segera didapat dengan perputaran uang ratusan miliar per bulan dalam sekejap bisa digapai. Bukan main.

Bayangkan, andaikata perusahaan minyak Pertamina hanya memiliki satu dealer atau dua penyalur bahan bakar minyak atau BBM, kalau pun ada Pertamina lain semisal Petronas, dealer atau penyalur minyaknya orangnya itu-itu saja, hanya beda bendera perusahaan.

Bisa dibayangkan berapa besar keuntungan yang didapat dari dealer tersebut, dengan pasar yang begitu besar dan luas. Dan berapa besar juga ketergantungan masyarakat dari dealer itu, sungguh ironis nasib masyarakat atau konsumen di tangan dealer tersebut.

Menjual minyak yang dilakukan Pertamina hanya sebagai perumpamaan,  sebagai perbandingan dengan bisnis pulsa yang dilakukan dealer operator seluler.

Sekian tahun bisnis pulsa yang dijalankan operator dealernya sama itu-itu saja. Artinya dari tahun ke tahun satu dua distributor yang menikmati indahnya kue dari jualan pulsa.

Seperti yang dilakukan Telkomsel dengan menggandeng dealer yang sama sepanjang tahun. Artinya bisnis telco ini menjadi monopoli mereka.

Padahal bisnis telco melarang terjadinya monopoli, tetapi hal tersebut justru terjadi ditingkat dealer.

Disadari industri telco merupakan padat modal dan milik semua lapisan masyarakat Indonesia, artinya mereka yang mampu bekerjasama dengan industri telco (khususnya operator) bisa ikut andil menjadi bagian stake holder, dan tidak diperkenankan operator melakukan kebijakan monopoli, khsusnya untuk chanel distribusi pulsa dan kartu prabayar.

Tetapi hal itu ditampik Dirut Telkomsel Sarwoto A, menurut dia, bila yang dimaksud hardclustering untuk channel distribusi itu kebijakan yang jamak dilakukan operator agar kompetisi menjadi lebih sehat.

Tetapi apa faktanya, tanpa disadari dan diketahui masyarakat, operator khsusnya Telkomsel sebagai operator seluler milik negara -meskipun 35% saham dimiliki Singtel - telah melakukan kebijakan yang menguntungkan distributor tertentu, dengan kebijakan yang sangat eksklusif di jaman Dirut Telkomsel dijabat Kiskenda S.

Distributor tersebut mendapat keuntungan yang luar biasa, selain diberikan kewenangan untuk memerahkan semua kantornya, dari kantor pusat hingga cabang, distributor tersebut memiliki kewenangan menggunakan nama Telkomsel untuk para karyawannya khususnya karyawan Costumer Services dan bagian sales. "Ini tidak masuk akal, benar-benar eksklusif, masyarakat umum taunya Telkomsel," ujar sumber yang minta dirahasiakan namanya.

Lebih lanjut Sarwoto menjelaskan, kebijakan tersebut diambil kemungkinan karena untuk mendapatkan area tertentu dimana ada kriterianya.

"Sebelumnya untuk menjual produk Tsel mereka saling menjegal dan malah lupa bahwa yang harus dihadapi produk operator lain dan merugikan Tsel," ujarnya.

Selain kebijakan yang cenderung eksklusif, distributor ternyata juga tidak setia, dan tak hanya main mata, tetapi main curang dengan membuat perusahaan lainnya untuk dapat menjual produk operator lainnya.

Menjadi pertanyaan, kenapa bisnis pulsa yang menghasilkan omset triliunan rupiah per tahun hanya dikendalikan beberapa dealer, tidak terbuka luas sperti layaknya Pertamina menjual BBM ke SPBU-SPBU. Padahal menjual pulsa sama untungnyadengan menjual bahan bakar minyak atau BBM .

Odie

Related Stories:
Microsoft Lumia 535 vs Lumia 530
Ubah Launcher Smartphone Windows Phone Kamu Seperti iOS 7 dengan Aplikasi Ini
Cara Mengisi Baterai Ponsel Lebih Cepat

 
Tips & Trik
View All >
 1 2 3 
© 2000 - 2015. All Rights Reserved.
Customer Careline: (021)58901520 (ext: 103), 9.00 am - 5.00 pm (Monday - Friday)
support@mobile88.co.id