Tak Ada Cerita Pokoke SmartPhone, Konten dan Jaringan | Mobile88

Tak Ada Cerita Pokoke SmartPhone, Konten dan Jaringan

Saturday, February 20, 2010 12:00:00 AM

iphone 3Gs Bila bicara grafik pelanggan atau pengguna VAS konten biasa akan bergerak datar, sedangkan yang tumbuh adalah konten yang berbasis internet.  

Namun, belum apa-apa pemerintah dalam hal ini kebakaran jenggot dengan keluarnya Kepmen Kominfo tentang pengaturan konten yang ujung-ujungnya hendak mensensor konten di masyarakat, seperti tak ada kerjaan Kominfo ternyata tidak melihat jauh kedepan bahwa revolusioner komunikasi telah terjadi, dan karena tidak memiliki visi dan background, bisanya cuma “ngakali†yang ada dan “menjerat†yang ada dengan aturan-aturan gaya ORBA.  

Oke kita bukan membicarakan aturan jadul kayak begituan yang norak banget, kita lihat ke depan, tanggal 19 Februari kemarin, Telkomsel sebagai operator berpelanggan terbanyak sekitar 82 juta pelanggan seakan menunjukkan kekuasaannya dan tak perduli dengan Kepmen yang dibuat Kominfo. Ada ratusan ribu konten yang disediakan iPhone 3G S dilaunching Telkomsel, selain pula konten asli kokal yang berbasis web. nah bagaimana sensornya ? Bukankah ketika masuk ke smartphone tertentu ratusan ribu konten siap kita unduh.  

Sejauh ini bila kita bicara Smartphone, tanpa konten bukanlah apa-apa. Karena dengan kemampuan akses internet yang cepat dan konstan dan konsisten, smartphone dibutuhkan. Selain juga fitur-fitur bisnis dan entertainment yang lebih maksimal.  

Kemampuan iPhone 3G S pelanggan dapat membuka web page, aplikasi, dan mengambil foto dua kali lebih cepat dan lebih responsif dibandingkan iPhone 3G.  

Pengguna ponsel mutakhir dengan layar sentuh yang khas ini dapat menikmati fitur Video Camera yang memungkinkan pelanggan merekam dan mengedit video, lalu men-share video tersebut melalui email, MMS, MobileMe, atau Youtube.  

Bahkan, dengan fitur Voice Control, pelanggan bisa menggunakan suara untuk melakukan panggilan telepon, serta memainkan lagu favorit. Sementara itu, pelanggan juga dapat memanfaatkan Digital Compass yang secara otomatis menunjukkan arah tujuan sesuai dengan peta. 

Eranya memang sudah smartphone, dan ini primadona industry seluler yang bakal dipetik hasilnya dua hingga tiga tahun ke depan, kata Handono warih, yang berhasil mengembangkan dan membangun basis pelanggan internet wireless XL lewat smartphone BlackBerry.  

Diam-diam XL bakal meluncurkan smartphone yang tak kalah keren dengan iPhone 3S nya Telkomsel, kemungkinan Google Android- Nexus One. Wow ini bakal serua banget, dua kompetitor ini bakal meramaikan pasaran smartphone Indonesia dengan segudang kemampuan terkini.  

Dengan begitu, kita bisa lihat bahwa dua smartphone besutan negeri Paman Sam tersebut sangat haus akan konten, selain pelanggan bisa masuk ke konten yang diproduksi kedua pabrikan tersebut, missal iPhone dengan apple store, serta Google dengan Google Aplication, serta Blackberry World, Nokia dengan OVI Store. Sehingga pelanggan memiliki produk yang telah disiapkan dari hulu ke hilir oleh pabrikan smartphone tersebut, bukan main. Sementara lucunya Indonesia mau berangus konten, gak salah nih ?  

Kebutuhan smartphone di Indonesia terus tumbuh, seiring pula bila daya beli masyarakat juga meningkat, karena Indonesia merupakan Negara yang haus akan gadget, dan teknologi seluler yang kini berevolusi ke broadband.  

Indonesia memiliki pelanggan ponsel lima besar dunia. Jejaring social facebook saja meningkat terus, sekitar 14 juta subscriber, belum Twitter, friendster, yang di atas lima juta pelanggan. 

Melihat kemampuan smartphone dan kontennya sungguh wajar bila harus didukung jaringan yang berkualitas. Khususnya network wireless internet, entah itu GPRS, EDGE ataupun 3G dan sebentar lagi HSDPA+ yang kini tengah dikembangkan Telkomsel dan Indosat, sedangkan CDMA Rev B dikembangkan Smart Telecom. 

Karena bukan apa-apa, tanpa jaringan yang berkualitas dengan kecepatan dan kapasitas yang mumpuni, percuma menggunakan smartphone yang canggih. Inilah kenapa Apple dengan iPhone nya mau bekerjasama denganm Telkomsel, kemungkinan standar jaringan telah disanggupi Telkomsel. 

Di seluler atau broadband tolak ukur operator yang berkualitas atau tidak ada di jaringan, mau bilang apa kek, atau berpromosi seperti apapun bila jaringannya lemot, bahkan gak ada, sama juga boong.  

Investasi jaringan bukanlah murah, setiap tahun bukannya berkurang malah terus nambah, belum lagi dengan teknologi yang digunakan. Maka seperti hukum rimba, siapa yang punya modal kuat dialah yang menang dalam meraih pelanggan.  

Odie

dik

Related Stories:
Smartfren Hadirkan Petualangan KWIK di 14 Kota
Setting Email di Perangkat Android
Tak Ada Cerita Pokoke SmartPhone, Konten dan Jaringan

 
© 2000 - 2015. All Rights Reserved.
Customer Careline: (021)58901520 (ext: 103), 9.00 am - 5.00 pm (Monday - Friday)
support@mobile88.co.id